Kadang yang paling melelahkan bukan pekerjaan.
Bukan juga aktivitas.
Tapi berpura-pura baik-baik saja.
Tersenyum ketika hati sedang kosong.
Mengangguk ketika sebenarnya ingin diam.
Menjawab “aku nggak apa-apa” padahal di dalam rasanya runtuh pelan-pelan.
Capek seperti ini tidak terlihat.
Tidak berdarah.
Tidak dramatis.
Tapi menggerogoti.
Aku sering bertanya, kenapa rasanya hidup seperti harus terus kuat?
Kenapa rasanya tidak ada ruang untuk benar-benar rapuh?
Mungkin karena dunia terbiasa melihat hasil, bukan proses.
Terbiasa melihat tawa, bukan air mata yang ditahan.
Dan di tengah semua itu, aku belajar satu hal kecil:
tidak apa-apa kalau hari ini aku lemah.
Tidak apa-apa kalau aku butuh istirahat dari menjadi “kuat”.
Karena mungkin, sembuh bukan tentang menjadi tangguh.
Tapi tentang jujur pada diri sendiri.
Dan hari ini, aku sedang belajar jujur:
aku capek.
Tapi aku masih mencoba.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar